Wednesday, June 3, 2009

Senam untuk penderita Syaraf Terjepit

Pada awalnya ketika duduk menonton tv, saya merasakan sesuatu yang agak janggal pada bagian samping tubuh kiri dekat tulang belikat seperti pegal dan agak mengganjal, hal ini tidak terlalu saya hiraukan ( ah, paling juga masuk angin dan itu sudah biasa ) . Keluhan ini saya rasakan ketika saya duduk saja dan tidak saya rasakan kalau saya sedang berdiri. Setelah beberapa hari berlalu keluhan saya bertambah lagi yaitu tangan kiri terasa kesemutan dan anehnya saya rasakan hanya pada saat saya duduk, begitu bangun dan berdiri semua keluhan akan hilang. Beberapa minggu kemudian penderitaan ini bertambah hebat saja, begitu saya duduk tangan kiri rasanya seperti membengkak seakan mau meledak disertai kesemutan yang hebat, dari leher belakang ke pundak kiri sampai ke tulang belikat sangat pegal, rasanya serba salah. Saat itu bukan hanya pada saat duduk saja, berdiripun semua penderitaan akan muncul sampai saya perhatikan hal itu akan hilang kalau kepala saya menunduk. Selain itu pada saat merebahkan badan terlentang di ranjang hendak tidurpun akan muncul kesemutan yang hebat di lengan kiri, sehingga kepala harus diganjal bantal agak tinggi.
Saya coba mengkonsumsi obat2an penghilang rasa sakit, vitamin sampai kerikan semua dilakukan untuk mengurangi rasa tidak enak di pundak dan belikat saya, tetapi semuanya tanpa hasil. Akhirnya saya memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis syaraf dan disitu saya divonis bahwa saya menderita syaraf terjepit ( pinched nerve ) di ruas tulang leher ( cervical spine ). " Satu satunya cara untuk disembuhkan adalah operasi, tapi masa karena kesemutan saja harus di operasi ? " dokter itu menyarankan saya untuk melakukan olahraga renang. Akhirnya saya dibuatkan resep, walaupun sebelumnya dokter itu menerangkan tidak ada obat dan vitamin yang dapat menyembuhkan untuk syaraf terjepit, selain itu itu saya dibekali surat pengantar ke dokter fisioterapi. Beberapa minggu kemudian akhirnya saya hanya bisa pasrah saja, karena fisioterapi dan pijat refleksi yang dilakukanpun tidak membawa hasil sedikitpun. Ditengah keadaan pasrah itu lalu saya coba merenung dan mengingat ada suatu "ritual" yang sudah agak lama saya tinggalkan. Ritual itu adalah olahraga senam pernapasan !! ya, sudah cukup lama saya tidak melakukan senam itu.
Akhirnya malam itu saya memulai lagi melakukan senam.
Seperti apa senam yang saya lakukan ?

gambar 1.

Untuk memperagakan senam yang saya lakukan, saya minta bantuan kawan saya Vicky yang cantik dan seksi agar bersedia menjadi model saya. Senam ini sangat sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja serta tidak memerlukan tempat khusus, dimana saja dapat anda lakukan. Untuk memulainya anda berdiri saja dengan rileks, kemudian melakukan persiapan seperti gambar 1. Yang perlu anda lakukan pada awal gerakan ini adalah kedua telapak tangan anda dikencangkan atau diregangkan sehingga teman anda atau anda sendiri tidak dapat mencubitnya ( seperti permainan masa kecil ketika kita meminta teman mencubit telapak tangan kita dan mereka tidak dapat melakukannya ), sedangkan badan kita tetap rileks saja.

gambar 2a.





gambar 2b.

gambar 3.


gambar 4.


gambar 5.


gambar 6a.


gambar 6b.


Sambil menarik napas ( inhale ) perlahan lahan lakukanlah gerakan seperti gambar 1 sampai gambar 6. Dengan kedua telapak tangan menghadap ke tubuh kita lalu bergerak perlahan naik melalui perut, dada,wajah, kepala dan belakang kepala ( leher ) Gerakan ini dilakukan dengan perlahan lahan, jangan tergesa gesa. Gerakan ini adalah satu kesatuan yang tidak terputus ( gambar hanya ilustrasi gerakan perjalanan tangan kita ). Telapak tangan tetap diregangkan dan badan juga tetap rileks, lakukanlah gerakan ini kira kira dalam 10-15 hitungan, demikian juga waktu kita menarik napas dari awal sampai akhir gerakan ini adalah satu tarikan napas, anda atur pernapasan anda sedemikian rupa sehingga dari awal kita menarik napas sampai akhir tarikan napas adalah berbarengan dengan gerakan tangan kita, artinya tarikan napas berakhir berbarengan dengan akhir gerakan tangan kita ( gambar 6 ) yaitu ketika telapak tangan kita sudah sampai berada di belakang kepala , tarikan napaspun berakhir.
Kemudian mulailah buang napas ( exhale ) perlahan lahan, kedua telapak tangan bergerak dan menghadap ke atas seakan akan kita hendak mengangkat suatu beban, dorong terus sampai ke atas langit setinggi tingginya seperti gambar 8. gerakan ini juga dilakukan tidak dengan tergesa gesa, perlahan saja kira kira dalam 10 hitungan. Hembusan napas berakhir bersamaan dengan akhir gerakan 8.

gambar 7.


gambar 8.

Jadi kesimpulannya adalah pada saat menarik napas ( inhale ) lakukan gerakan gambar 1 s/d gambar 6, kemudian membuang napas ( exhale ) dengan gerakan mulai gambar 6 s/d gambar 8.
Mulai saat ini tahanlah napas anda dan lakukan gerakan berikutnya seperti gambar di bawah ini, yaitu bukalah kedua tangan anda menjauh satu sama lain dan turunkan perlahan lahan ke bawah ke samping tubuh anda, gerakan ini dilakukan seperti tangan anda membuat suatu lingkaran besar sambil mendorong kekanan kiri sejauh mungkin dengan telapak tangan tetap diregangkan dan jari jari tangan menunjuk ke atas. Yang perlu diperhatikan adalah gerakan ini ( gambar 8 s/d gambar 10 ) dilakukan dengan menahan napas dan jangan bocor , lakukanlah dalam 1o sampai 15 hitungan.


gambar 9.



gambar 10.

Lakukanlah semua gerakan ini menjadi satu kesatuan yang utuh dan tidak terputus putus , satu session kira kira 15 sampai 30 menit. Dapat anda dilakukan 2 session dalam sehari, dimana saja dan kapan saja.

Pengalaman saya setelah melakukan senam ini beberapa hari saja sudah terlihat hasilnya dan saat ini semua keluhan saya hilang. Selamat mencoba.

3 comments:

Anonymous said...

Thank bangat,akan saya coba muda-mudahan.........

otdoorent said...

Thank juga... semoga berhasil

Anonymous said...

trims infonya. mudah-mudahan bisa menyembuhkan saraf kejepit saya.